Ini Status Sosmed Rektor ITK yang Dipandang Rasis Saat Interviu LPDP

Rektor Institut Tehnologi Kalimantan (ITK) Budi Santosa Purwokartiko dipandang


Rektor Institut Tehnologi Kalimantan (ITK) Budi Santosa Purwokartiko dipandang rasis karena status pada media sosialnya saat bercerita kisah hidupnya sebagai pewawancara calon yang menerima beasiswa LPDP. Seperti apakah tulisan Budi itu?


Tulisan Budi Santosa itu diupload di Facebook pribadinya dengan account Budi Santosa Purwokartiko. Disaksikan detikcom, Sabtu (30/4/2022), status Budi itu trending di Facebook dan Twitter.


Berikut isi status Budi yang dipandang rasis itu:


Saya berpeluang mewawancara beberapa mahasiswa yang turut mobilisasi mahasiswa ke luar negeri, program Dikti yang diongkosi LPDP ini lebih banyak mendapatkan perhatian dari beberapa mahasiswa. Mereka ialah anak-anak pintar yang punyai kekuatan hebat, bila didapuk dalam distribusi normal, mereka kemungkinan terhitung 2,5% segi kanan komunitas mahasiswa.


Tidak satu juga saya memperoleh mereka ini hoby demonstrasi yang ada ialah mahasiswa dengan IP yang hebat tinggi di atas 3.5 bahkan juga beberapa 3.8 dan 3.9. Bahasa Inggris mereka cas cis cus dengan nilai IELTS 8, 8.5 bahkan juga 9. Duolingo dapat capai 140, 145 bahkan juga ada yang 150 (walau sebenarnya persyaratan minimal 100), hebat. Mereka aktif dalam organisasi kemahasiswaan (profesional), sosial bungkusyarakatan dan pendamping lab atau pendamping dosen.


Mereka berbicara mengenai beberapa hal yang membumi: apa cita-citanya, ketertarikannya, beberapa usaha untuk memberikan dukungan cita-citanya, apa kontributor untuk warga dan bangsanya, nasionalisme dan lain-lain. Tidak berbicara masalah langit atau kehidupan setelah mati. Opsi ucapannya jauh dari kalimat langit: insaallah, barakallah, syiar, qadarullah, dan lain-lain. Angkatan ini sebagai bonus demografi yang hendak isi beberapa posisi di BUMN, badan pemerintahan, dunia pengajaran, bidang swasta sekian tahun kedepan.


Dan kebenaran dari 16 yang saya harus interviu, cuma ada 2 cowok dan bekasnya cewek. Dari 14, ada 2 tidak datang, jadi 12 mahasiswi yang saya interviui, tidak satu juga tutup kepala ala-ala manusia gurun. Otaknya betul-betul openmind, mereka cari Tuhan ke beberapa negara maju seperti Korea, Eropa barat dan US, tidak ke negara yang orang-orangnya pintar menceritakan tanpa kreasi tehnologi.


Saya cuma mengharap mereka kelak tidak masuk ke lingkungan yang


- Membuat hal yang gampang jadi susah


- Bekerja dari 1 rapat ke rapat selanjutnya tanpa keputusan


- Mengutamakan kulit dibanding isi


- Menyembah Tuhan tetapi lupa pada manusia


- Terima upah dari negara tetapi menghancurkan negaranya


- Ingin cepat masuk surga tetapi sakit masih tetap mencari dokter dan minum obat


- Memakai KPI langit sementara masalahnya masih hidup di dunia


Mudah-mudahan tidak terkontaminasi


Rektor Institut Tehnologi Kalimantan (ITK) Budi Santosa Purwokartiko ditunjuk rasis karena menulis status 'manusia gurun' terkait dengan peserta beasiswa LPDP. Faksi universitas juga membuka suara.


"Berkaitan dengan kabar berita mengenai tulisan Prof Budi Santosa Purwokartiko oleh salah satunya media online yang selanjutnya menyebar ke beragam saluran media online yang lain, dan mendapatkan respon dari beberapa warganet, sama ini kami infokan jika, tulisan Prof Budi Santosa Purwokartiko itu sebagai tulisan individu, dan tidak ada hubungan dengan kedudukan beliau sebagai rektor ITK," bunyi info jurnalis ITK, Sabtu (30/4).


ITK juga minta semua warga tidak menyangkutkan permasalahan ini dengan universitas. Ia minta warga minta verifikasi langsung ke Budi Santosa.


"Maka dari itu, minta kabar berita dan komentar selanjutnya baik oleh media atau beberapa warganet tidak menyangkutkan dengan lembaga ITK, dan mass media atau beberapa warganet dapat segera berbicara dengan beliau," ucapnya.

Post a Comment

© Berto Tech. All rights reserved. Distributed by ASThemesWorld