PANDI Bantu Daerah Aksara Pacibita di Bantul, Yogyakarta

Pengurus Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) dan Komune Daerah Pacibita


Pengurus Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) dan Komune Daerah Pacibita bersama Dinas Kebudayaan Propinsi Wilayah Spesial Yogyakarta meningkatkan Daerah Aksara Pacibita di Piyungan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.


Sukadi, Ketua Komune Aksara Pacibita, menjelaskan arah Daerah Aksara untuk memperkenalkan kembali ke warga yang sejauh ini telah banyak lupakan aksara Jawa, bahkan juga tidak mengenal aksara mereka sendiri.


"Kami ingin warga pahami begitu keutamaan aksara Jawa, karena aksara Jawa ialah jati diri warga Jawa tersebut, hingga keyakinan diri warga dapat tumbuh dan senang memakai dan melazimkan aksara Jawa di kehidupan golongan milenial dan warga biasa. Akhirnya, orang Jawa tidak lenyap Jawanya dan dapat 'hamemayu hayuning bawono'," kata Sukadi pada acara Seremoni Daerah Aksara Pacibita, akhir minggu lalu (14/1).


Sukadi sampaikan terima kasih ke PANDI yang memberi support moril dan materil untuk bersama lebih memajukan dan melestarikan aksara Jawa lewat Daerah Aksara Pacibita.


"Kami senang dan suka dengan support PANDI, karena ini sebagai perjuangan yang mulia dan tidak gampang. Oleh karenanya, dibutuhkan kontribusi dan support dari banyak faksi. Kami harap ialah dapat melestarikan aksara Jawa, agar warga sanggup memakai aksara Jawa secara konservatif terhitung di dunia digital," lebih Sukadi.


Akhmad Fikri, kreator Komune Daerah Aksara Pacibita, menambah pertama kali pembikinan Daerah Aksara dan pemberian namanya. Nama Pacibita sebagai akronim dari "Payak Cilik Bintaran Wetan", karena di lokasi itu ada Situs Payak, situs arkeologi yang dibuat pada era kesembilan.


"Nama Pacibita sebagai kombinasi dari 2 Pedukuhan Srimulyo, karena kebenaran lokasi Situs Payak itu ada di Bintaran Wetan, tetapi namanya Situs Payak, karena itu selanjutnya digabungkan jadi Pacibita," terangnya.


Pertama kali ide untuk membangun Daerah Aksara ada pada 2019. Di saat itu tetap sebuah ide. Selanjutnya Fikri memiliki inisiatif mengawali aktivitas Daerah Aksara dari penempatan papan nama beraksara Jawa sekitar 150 rumah pada dua RT dan Pedukuhan dengan ongkos sendiri.


"Kebenaran waktu itu saya jadi panitia Konferensi Aksara Jawa. Saya berusaha untuk membuat pergerakan buletin Jumat yang ditebarkan tiap Jumat, sebuah produk berkaitan kelaziman Aksara Jawa, saya sebarkan di tengah-tengah Konferensi Aksara Jawa pada Maret tahun kemarin. Sementara akhir 2019, kami melekat papan nama beraksara Jawa dalam rencana publikasi," ingat Fikri.


Jadi Ide Wilayah Lain


Yudho Giri Sucahyo, Ketua PANDI yang mendatangi acara Seremoni Daerah Aksara, akui suka atas inisiasi kerja-sama itu. Ia mengharap Daerah Aksara menjadi penyebab supaya wilayah lain lakukan hal sama.


"Tentu saja kita mengharap dengan kerja-sama ini sebagai cara awalan yang bagus. Daerah Aksara Pacibita, selainnya dapat belajar mengenai aksara Jawa, lokasinya juga dekat sama Situs Payak . Maka dari segi pembelajarannya ada, segi rekreasi nya juga bisa," ungkapkan Yudho.


Menurut dia, PANDI cuman sisi kecil dari diwujudkannya Daerah Aksara yang telah diawali semenjak 2019 lalu.

Karenanya, pasti ada ikut serta Pemerintahan Wilayah Kabupaten Bantul, Pemerintahan Propinsi DIY yang selalu aktif dalam melestarikan aksara Jawa. Silahkan kita promokan mati-matian bersama Daerah Aksara Pacibita ini, tandas Yudho.

Post a Comment

© Berto Tech. All rights reserved. Distributed by ASThemesWorld